Buat Rumah Minimalismu Lebih Hidup dengan 9 Desain Pop Art Berikut!

Buat Rumah Minimalismu Lebih Hidup dengan 9 Desain Pop Art Berikut!

Desain rumah yang unik membuat tempat tinggal terasa lebih menarik. Banyak orang sengaja menyewa desainer interior dan arsitektur untuk tujuan estetika dan kenyamanan. Dari sekian banyak cara agar rumah Anda semakin menarik, Anda bisa mencoba desain pop art. Rumah dengan desain pop art akan membuat tampilan semakin terlihat ceria.

Pop art sendiri merupakan salah satu genre seni yang memanfaatkan simbol dan gaya visual. Konsep tersebut juga bisa diterapkan pada semua jenis konsep atau desain rumah, mulai dari retro, minimalis, skandinavia, industrial, dan lain-lain. Yuk, simak cara mengaplikasikan desain Pop Art untuk hunian berikut ini!

  • Menentukan Tema

Langkah pertama yang harus Anda perhatikan ketika ingin menerapkan desain seni pop adalah pemilihan tema. Jenisnya bermacam-macam, mulai dari tema kartun, komik, musik, hingga film. Sebaiknya aplikasikan gaya pada ruangan yang memiliki dimensi jauh lebih luas. Penerapan desain pop art pada dimensi kecil akan membuat ruangan semakin sempit.

  • Warna Dinding

Agar ruangan terlihat lebih seimbang, pilih dua warna kontras dan netral. Misalnya, Anda bisa mengecat atau mengecat satu bagian dinding dengan warna kuning hijau tua dan sisanya dicat hitam. Selain pada dinding, perpaduan warna netral dan kontras juga cocok diaplikasikan pada furnitur yang akan dipadukan dengan motif yang sesuai dengan konsep pop art.

  • Komposisi Warna

Penting juga untuk memperhatikan komposisi warna elemen interior rumah lainnya. Anda bisa menerapkan tip untuk menonjolkan kesan pop art di rumah Anda pada sofa, karpet, tirai jendela, bantal, atau furnitur lainnya. Nggak perlu takut bereksperimen dengan memadukan warna mencolok lainnya, ya!

  • Pandai Memilih Furnitur

Selanjutnya coba pilih furnitur warna-warni seperti pink cerah atau biru muda yang bisa memberikan kesan pop art. Kalau suka memadukan furnitur bergaya klasik, tak ada salahnya memilih furnitur bergaya lama seperti tahun 60-an. Tambahkan juga kursi retro futuristik, sofa minimalis, atau kursi dengan bentuk unik seperti kursi telur bahkan lebih keren.

  • Lukisan Gaya Seni Pop
Baca:  Gak Nanggung-nanggung! Ini Perjuangan Seorang Aktor Demi Filmnya

Lukisan bergaya seni pop akan memberikan aksen desain yang menarik. Biasanya lukisan didominasi warna-warna cerah dengan konsep foto atau gambar yang kebanyakan vintage atau retro. Ukurannya pun bervariasi, Anda bisa menyesuaikannya dengan dimensi ruangan Anda. Gantung di dinding untuk membuat focal point di dalam ruangan.

  • dekorasi dinding

Jangan hanya terpaku pada lukisannya, kamu bisa menggunakan berbagai dekorasi dinding lainnya. Anda bisa menemukan hiasan dinding di foto, poster, adegan dari buku komik, potongan artikel, dan banyak lagi. Pamerkan desain pop art dengan kombinasi foto dan permainan warna dan simbol yang berani yang mengandung warna.

  • Perencanaan tata ruang

Tak hanya disibukkan dengan tema, warna, dan furnitur, Anda juga harus pandai menata ruangan. Jika salah tata, ruangan akan terlihat ramai atau 'penuh'. dan memberi kesan berantakan. Anda bisa mengatasinya dengan tidak terlalu banyak memadukan furnitur dengan warna berbeda dalam satu ruangan. Kurangi jumlah warna hingga maksimal 3 warna per ruangan.

  • Perhatikan keseimbangan

Meski desain pop art kebanyakan menggunakan warna-warna mencolok dalam satu ruangan, bukan berarti membuat tampilan terlihat berantakan. Memilih warna, furnitur, dekorasi atau tema yang sesuai menciptakan harmoni dan keseimbangan. Tiga elemen utama dalam desain tentu saja termasuk kesatuan, kontras dan ritme.

  • Berbagi dengan Pakar

Sebelum menerapkan tema pop art pada suatu hunian, ada baiknya berkonsultasi atau berbagi dengan orang-orang yang ahli di bidang interior. Tujuannya agar desain rumah terlihat unik, menarik, dan tidak asal-asalan. Supaya kamu juga lebih nyaman saat berada di rumah.

Postingan Jadikan Rumah Minimalis Anda Lebih Hidup dengan 9 Desain Pop Art Ini! muncul pertama kali di IDS | Sekolah Desain Internasional.